OBESITAS
Obesitas atau kegemukan sebaiknya dibedakan dengan kelebihan berat badan atau overweight. Overweight adalah keadaan dimana berat badan (BB) seseorang melebihi BB normal. Sedangkan obesitas adalah keadaan dimana terjadi penumpukan lemak yang berlebih, sehingga BB seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan.
Obesitas atau kegemukan merupakan masalah yang baru-baru ini muncul pada beberapa dekade terakhir ini. WHO menggambarkan bahwa 400 juta orang dewasa mengalami obesitas dan memperkirakan pada tahun 2015 nanti akan meningkat sampai 700 juta orang. Pada awalnya obesitas banyak dibicarakan hanya pada negara dengan pendapatan tinggi. Tetapi sekarang obesitas dan overweight juga meningkat secara cepat di negara dengan pendapatan rendah sampai menengah.
Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan energi yang keluar (digunakan). Bisa dikatakan bahwa pada obesitas jumlah energi dari makanan yang dimakan lebih banyak dari jumlah aktivitas tubuh yang membakar energi dari makanan tersebut. Faktor budaya, keturunan atau genetik juga dapat mempengaruhi timbulnya obesitas.
Obesitas dihubungkan dengan lemak tubuh. Lemak tubuh sebenarnya mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia yaitu sebagai cadangan energi, penyekat panas, peredam guncangan, pembentuk tubuh dan sebagainya. Tetapi jika jumlah timbunan lemak tubuh menjadi berlebihan, lemak akan menimbulkan masalah kesehatan.
Obesitas sangat erat hubungannya dengan peningkatan faktor resiko berbagai penyakit. Sering ditemukan dibetes mellitus dan hipertensi pada orang yang mengalami obesitas. Lemak yang tertimbun dalam pembuluh darah dapat mengakibatkan penyumbatan sehingga menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke. Pada beberapa penelitian juga disebutkan bahwa resiko kanker juga meningkat pada obesitas.
| Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan energi yang keluar (digunakan). |
Ada beberapa metode pengukuran tingkatan obesitas seseorang. Salah satu yang sering dan mudah digunakan adalah metode penguku ran Indeks Massa Tubuh (BMI=Body Mass Index). Selain itu metode melalui pengukuran tebal lemak dengan menggunakan alat Fat Calipper juga bisa digunakan.
Indeks Massa Tubuh ditentukan dengan mengukur berat badan (dalam kilogram) dibagi kuadrat tinggi badan (dalam meter). Setelah itu diperoleh angka Indeks Massa Tubuh dan disesuaikan dengan tabel dibawah ini.
Contoh : Berat Badan = 80 kg ; Tinggi Badan = 178 cm = 1,78 m
BMI = 80 dibagi kuadrat 1,78 = 25,25
BMI = 25,25 --> BERAT BADAN LEBIH
|
Index Massa Tubuh |
Kategori |
< 18,5 |
Berat badan kurang |
18,5 - 24,9 |
Berat badan normal |
25 - 29,9 |
Berat badan lebih |
30 - 34,9 |
Obesitas I |
35 - 39,9 |
Obesitas II |
> 39,9 |
Sangat obesitas |
Secara umum obesitas dapat dikurangi dengan prinsip bahwa jumlah kalori dari makanan harus lebih sedikit daripada jumlah kalori yang dibakar. Dengan demikian ada defisit kalori tubuh sehingga simpanan jaringan lemak dapat berkurang.
Perubahan gaya hidup harus dilakukan untuk mengurangi resiko obesitas. Mengurangi jumlah kalori dalam arti harus memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang. Meningkatkan pembakaran kalori dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga teratur dapat dikombinasikan untuk tujuan lebih optimal.
Seseorang dengan obesitas sedapat mungkin harus mengurangi makanan tinggi karbohidrat atau gula serta lemak dalam makan. Lemak terutama lemak jenuh sangat barbahaya misal pada lemak daging, lemak susu, lemak keju atau minyak kelapa. Untuk itu harus diganti dengan daging tanpa lemak, daging ayam tanpa kulit atau susu rendah lemak. Konsumsi lemak tak jenuh ganda misal minya ikan, minyak biji bunga matahari atau minyak zaitun sangat dianjurkan untuk mengurangi penumpukan kolesterol.
Memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan sangat bermanfaat terutama bagi orang dengan obesitas. Selain banyak mengandung vitamin dan mineral penting juga dapat sebagai antioksidan yang dapat menetralisir racun yang merugikan. Serat dalam sayur dan buah dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol tubuh serta melancarkan fungsi pencernaan.
Aktivitas fisik dan olahraga dibutuhkan untuk membakar kelebihan kalori terutama simpanan lemak tubuh. Dalam hal ini dibutuhkan keteraturan misalnya seminggu dua kali, dua hari sekali atau setiap hari. Berjalan kaki minimal seminggu tiga kali masing-masing 30 menit sudah cukup untuk memulai. Olahraga tipe aerobik lain yang bisa dilakukan misalnya lari kecil, bersepeda, berenang dan senam. Olahraga tipe non-aerobik seperti angkat beban bisa menjadi alernatif pilihan.
Perubahan perilaku dalam hal konsumsi makanan dan juga aktivitas dapat dirubah sedemikian rupa. Misalnya pada waktu senggang mengganti camilan dengan buah tinggi serat tapi rendah kalori dapat mnjaga masukan kalori ke dalam tubuh. Jika di kantor ada elevator sebaiknya memilih untuk membiasakan naik tangga.
Terapi dengan obat-obatan bisa dilakukan atas petunjuk dokter. Hal ini dilakukan pada orang dengan obesitas yang disertai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung koroner, hipertensi atau stroke. (hw)
kembali ke atas..
Artikel lainnya :
|