Leptospirosis pasca banjir Jakarta (12 Februari 2007)
Banjir yang menggenangi Jakarta hingga kemarin terus surut. Jumlah pengungsi sudah mulai berkurang. Masalah-masalah pasca banjir mulai muncul salah satunya adalah berbagai penyakit infeksi misalnya demam berdarah, diare dan leptospirosis.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Salimar Salim hingga kemarin (11 Februari 2007) sudah 4(empat) pengidap Leptospirosis dirawat di RS Tarakan dan RS Cengkareng. Dua yang dirawat di RS Tarakan sudah dalam stadium lanjut sudah mengarah ke komplikasi hati dan ginjal. Kulit dan mata kedua pasien berwarna kekuningan.
Keempat pasien tersebut diketahui mengidap leptospirosis setelah mereka membersihkan bekas endapan Lumpur di rumah mereka. Gejala penyakit ini adalah demam tinggi, mual, muntah, mata merah dan nyeri betis.
Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit pasca banjir salah satunya adalah penyakit ini. Masyarakat harus menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan alas kaki teutama jika ada luka atau borok di kaki serta membersihkan rumah mereka dengan desinfektan.
Penyakit Leptospirosis, jelas dia, berasal dari virus leptospira yang ditularkan tikus atau hewan pengerat lainnya. Virus tersebut dapat bertahan lama hidup di air dan tanah dalam jangka waktu bulanan.
Sumber : Jawa Pos
Berita lainnya :
- KELEMAHAN VIRUS PENYEBAB AIDS (HIV) DIKETAHUI. read..
- IMUNISASI CAMPAK SERENTAK DIMULAI. read..
- Iran Umumkan Obat HIV/AIDS. read..
- Uni Eropa Mendesak Larangan Merokok Di Tempat Umum. read..
- Menteri Kesehatan Bantah Hewan Selain Ayam Menularkan Flu Burung. read..
|